pada hari keduapuluhtujuhtahunduaribudelapan.........
sesaat setelah kejaiban itu dinyatakan sudah sangat tua dan sudah tiba waktunya untuk kembali ke hadapan yang kuasa,
jadi pada saat itu sang keajaiban itupun mati, meninggalkan jutaan caci maki dan ratusan juta pujian dan tanda jasa....
sudahkah kita menjadi arif pada diri kita sendiri untuk menjadi pelupa akan keburukan orang dan hanya mengingat kebaikan yang ia perbuat.....
sugeng sare, selamat beristirahat untuk keajaiban yang telah memberi banyak nafas kepada orang-orang tersayang. selamat jalan.......
pancasila ada lima rupa-rupa warnanya......
Wednesday, January 30, 2008
Wednesday, January 23, 2008
pada akhirnya.........
hari keduapuluhsekian bulan kesatu tahun kedelapan pada millenium ketiga, aku menyapamu seperti biasanya dengan mata berbinar, engkau pun membalas sapaanku lalu sebagaimana biasa kita bercakap seolah kita tidak bercakap selama bertahun lamanya.
lalu pada satu saat kau memulai topik baru yang membuatku terhenyak dan tersadar bahwa percakapan kita selama ini tidaklah sesuatu yang nyata. kau memulainya dengan berkata bahwa ada seseorang yang menyukaimu dan sepertinya kau tak kuasa menolaknya. tanpa kau tahu, mata berbinarku menjadi redup dan dadaku rasanya mulai sesak untuk menghirup oksigen.
apabila semua memang sudah mendapatkan pengaturan yang sempurna dari Tuhan, pastilah semuanya berada dalam keindahan yang sempurna dan seimbang. selanjutnya, akan menjadi berkah bagi siapa saja yang hidup di dunia dan menjalaninya. dan aku dan engkau adalah bagian dari pengaturan itu, dari kesempurnaan yang indah itu. jadi mengapa menjadi sesak dadaku dan mengapa menjadi redup binar di mataku? semua karena aku adalah manusia biasa yang tumbuh besar dari seonggok daging, dari setetes air yang membatalkan wudhu.
waktu adalah raja yang tak terkalahkan oleh siapapun di dunia sehingga kebijaksanaan yang mulia adalah meletakkan semua sifat manusiawi yang ada dan kemudian mendekat kepada status hening sehingga dapat lebih memahami keputusan Khalik yang dengan kuasaNya mengatur makhluk.
barangkali aku selama ini telah memahamimu ternyata aku hanya mengambil satu sudut saja dari banyak sisi yang harus diperhatikan untuk menjadi paham akan dirimu. lalu seseorang yang tak tampak dan selalu berada di sampingku berkata, liatlah bagaimana rasa itu menggelapkan mata. lalu ketika mata itu menjadi terang pada situasi yang tidak diinginkan, binar mata menjadi redup dan dada menjadi sesak. karena kita adalah makhluk yang tidak bisa menerima titah tanpa sekalipun melanggarnya, lihat bagaimana adam turun ke dunia. jadi sudah sewajarnya kalau aku meratapinya, tapi sudah sepantasnya kau mengembangkan sayapmu merengkuh dunia yang semestinya sudah kau nikmati bertahun tahun yang lalu.
jadi pada akhirnya, aku menyerah pada kenyataan dan perlahan mulai menghentikan mimpi yang selalu ada di benakku karena mimpimu sudah kau rengkuh sementara mimpi kita terlalu absurd.
bagi burung-burung yang terbang lepas di tengah kerumunan manusia di orchad road yang memberi inspirasi, jangan kau genggam burung itu begitu erat meski karena sayang karena sang burung pasti memimpikan terbang.............
hari keduapuluhsekian bulan kesatu tahun kedelapan pada millenium ketiga, aku menyapamu seperti biasanya dengan mata berbinar, engkau pun membalas sapaanku lalu sebagaimana biasa kita bercakap seolah kita tidak bercakap selama bertahun lamanya.
lalu pada satu saat kau memulai topik baru yang membuatku terhenyak dan tersadar bahwa percakapan kita selama ini tidaklah sesuatu yang nyata. kau memulainya dengan berkata bahwa ada seseorang yang menyukaimu dan sepertinya kau tak kuasa menolaknya. tanpa kau tahu, mata berbinarku menjadi redup dan dadaku rasanya mulai sesak untuk menghirup oksigen.
apabila semua memang sudah mendapatkan pengaturan yang sempurna dari Tuhan, pastilah semuanya berada dalam keindahan yang sempurna dan seimbang. selanjutnya, akan menjadi berkah bagi siapa saja yang hidup di dunia dan menjalaninya. dan aku dan engkau adalah bagian dari pengaturan itu, dari kesempurnaan yang indah itu. jadi mengapa menjadi sesak dadaku dan mengapa menjadi redup binar di mataku? semua karena aku adalah manusia biasa yang tumbuh besar dari seonggok daging, dari setetes air yang membatalkan wudhu.
waktu adalah raja yang tak terkalahkan oleh siapapun di dunia sehingga kebijaksanaan yang mulia adalah meletakkan semua sifat manusiawi yang ada dan kemudian mendekat kepada status hening sehingga dapat lebih memahami keputusan Khalik yang dengan kuasaNya mengatur makhluk.
barangkali aku selama ini telah memahamimu ternyata aku hanya mengambil satu sudut saja dari banyak sisi yang harus diperhatikan untuk menjadi paham akan dirimu. lalu seseorang yang tak tampak dan selalu berada di sampingku berkata, liatlah bagaimana rasa itu menggelapkan mata. lalu ketika mata itu menjadi terang pada situasi yang tidak diinginkan, binar mata menjadi redup dan dada menjadi sesak. karena kita adalah makhluk yang tidak bisa menerima titah tanpa sekalipun melanggarnya, lihat bagaimana adam turun ke dunia. jadi sudah sewajarnya kalau aku meratapinya, tapi sudah sepantasnya kau mengembangkan sayapmu merengkuh dunia yang semestinya sudah kau nikmati bertahun tahun yang lalu.
jadi pada akhirnya, aku menyerah pada kenyataan dan perlahan mulai menghentikan mimpi yang selalu ada di benakku karena mimpimu sudah kau rengkuh sementara mimpi kita terlalu absurd.
bagi burung-burung yang terbang lepas di tengah kerumunan manusia di orchad road yang memberi inspirasi, jangan kau genggam burung itu begitu erat meski karena sayang karena sang burung pasti memimpikan terbang.............
Tuesday, December 18, 2007
hari-hari yang terlewatkan
kepada sui, tokoh khayalan yang selalu kupuja
beberapa hari kutinggalkan kebersamaan kita, banyak yang terlewatkan ternyata. dirimu sudah mendapatkan sesuatu yang lain dan tak tersentuh olehku.
semoga semua baik-baik saja pada akhirnya sehingga kebersamaan kita tak lagi melenakanmu sepanjang waktu......
kepada sui, tokoh khayalan yang selalu kupuja
beberapa hari kutinggalkan kebersamaan kita, banyak yang terlewatkan ternyata. dirimu sudah mendapatkan sesuatu yang lain dan tak tersentuh olehku.
semoga semua baik-baik saja pada akhirnya sehingga kebersamaan kita tak lagi melenakanmu sepanjang waktu......
Thursday, October 25, 2007
tidak ada yang istimewa
setelah menjalani hari-hari hingga saat ini, baru aku menyadari bahwa tidak ada yang istimewa lagi di dunia ini karena semua bernilai istimewa.
dan ketika menjalani hidup dengan tekanan yang tinggi, aku menjadi istimewa karena ujian selalu berakhir dengan hasil yang sesuai dengan usahaku
ketika menjalani hidup dengan lancar, aku menjadi istimewa karena kelancaran membuat aku serasa di awang-awang
dan ketika hasil ujian buruk, sungguh istimewa hal itu karena bukankah manusia selalu menjadi lebih baik ketika ditimpa keburukan? paling tidak manusia akan termotivasi menjadi lebih baik.
apabila hasil ujian baik, alangkah melegakan mendapat rahmat
apapun hasilnya, apapun itu, semua adalah istimewa, jadi tidak ada yang istimewa di dunia ini
setelah menjalani hari-hari hingga saat ini, baru aku menyadari bahwa tidak ada yang istimewa lagi di dunia ini karena semua bernilai istimewa.
dan ketika menjalani hidup dengan tekanan yang tinggi, aku menjadi istimewa karena ujian selalu berakhir dengan hasil yang sesuai dengan usahaku
ketika menjalani hidup dengan lancar, aku menjadi istimewa karena kelancaran membuat aku serasa di awang-awang
dan ketika hasil ujian buruk, sungguh istimewa hal itu karena bukankah manusia selalu menjadi lebih baik ketika ditimpa keburukan? paling tidak manusia akan termotivasi menjadi lebih baik.
apabila hasil ujian baik, alangkah melegakan mendapat rahmat
apapun hasilnya, apapun itu, semua adalah istimewa, jadi tidak ada yang istimewa di dunia ini
Sunday, October 07, 2007
Kepadaku yang jauh di sana,
hari ini hari kedelapan di bulan oktober. bulan pun mulai tidak sempurna lagi karena sudah berumur 26 hari. aku, kenapa engkau masih saja tercenung karena ketidakpastian?
malam tadi aku, bulan genap 26 hari di bulan ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan bagi muslim seluruh jagad raya. sudah semestinya engkau mulai mengejarnya dengan lebih sempurna daripada tenggelam dalam galau yang luar biasa dan tercenung pada ketidakpastian. satu bulan dalam dua belas bulan yang ada, engkau diberi kesempatan malih rupa, menimbang lagi kadar kesucian jiwa kita sehingga kita bisa sucikan bila masih ternoda, kita kendalikan nodanya apabila mulai menggurita. setelah melewatinya, kesucian jiwa menjadi hadiah terindah bagi orang yang bertakwa.....
aku, sudah saatnya sekarang menyirami kesabaran dalam hati dan pikiranmu sehingga ruhmu menjadi mengenal dirinya dan bersinergi dengan fitrahnya kala masih tinggal di surga.
kau harus tau aku, bahwa setiap kejadian adalah atas kuasaNya. jadi tidak mungkin kau tolak dan juga kau akan sia-sia menyesali...maka dari itu aku, tunggulah saja setiap kejadian dengan kesabaran yang luar biasa dan tanpa prasangka buruk bila kejadian itu belum terjadi. dan bilapun kejadian buruk yang terjadi, maka kesabaran dalam kesucian jiwa akan menjadi kejadian terindah di bumi ini. dan dengan menerima kejadian dengan kesabaran yang luar biasa, engkau sedang bersyukur. dan bila engkau bersyukur maka nikmat yang datang tiada terkira dan tiada terduga arah datangnya.....
kutahu engkau sedang gelisah aku. engkau sedang mengira-ira, sedang berprasangka atas kejadian yang belum juga mendatangimu. sangat wajar kegelisahan itu ada bersamamu tapi sesuatu yang wajar belum tentu sesuatu yang baik. jadi alangkah baiknya jika engkau menjadi nisbi sehingga tidak ada prasangka yang ada di hati dan hadapi semuanya dengan lapang dada, dengan kesabaran yang luar biasa...............
aku, di hari ke 26 di bulan ramadhan tepat hari kedelapan bulan oktober, kuharap kau mengerti maksudku mengingatkanmu untuk kembali kepada Illahirabbi.......
kumencintaimu aku....
hari ini hari kedelapan di bulan oktober. bulan pun mulai tidak sempurna lagi karena sudah berumur 26 hari. aku, kenapa engkau masih saja tercenung karena ketidakpastian?
malam tadi aku, bulan genap 26 hari di bulan ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan bagi muslim seluruh jagad raya. sudah semestinya engkau mulai mengejarnya dengan lebih sempurna daripada tenggelam dalam galau yang luar biasa dan tercenung pada ketidakpastian. satu bulan dalam dua belas bulan yang ada, engkau diberi kesempatan malih rupa, menimbang lagi kadar kesucian jiwa kita sehingga kita bisa sucikan bila masih ternoda, kita kendalikan nodanya apabila mulai menggurita. setelah melewatinya, kesucian jiwa menjadi hadiah terindah bagi orang yang bertakwa.....
aku, sudah saatnya sekarang menyirami kesabaran dalam hati dan pikiranmu sehingga ruhmu menjadi mengenal dirinya dan bersinergi dengan fitrahnya kala masih tinggal di surga.
kau harus tau aku, bahwa setiap kejadian adalah atas kuasaNya. jadi tidak mungkin kau tolak dan juga kau akan sia-sia menyesali...maka dari itu aku, tunggulah saja setiap kejadian dengan kesabaran yang luar biasa dan tanpa prasangka buruk bila kejadian itu belum terjadi. dan bilapun kejadian buruk yang terjadi, maka kesabaran dalam kesucian jiwa akan menjadi kejadian terindah di bumi ini. dan dengan menerima kejadian dengan kesabaran yang luar biasa, engkau sedang bersyukur. dan bila engkau bersyukur maka nikmat yang datang tiada terkira dan tiada terduga arah datangnya.....
kutahu engkau sedang gelisah aku. engkau sedang mengira-ira, sedang berprasangka atas kejadian yang belum juga mendatangimu. sangat wajar kegelisahan itu ada bersamamu tapi sesuatu yang wajar belum tentu sesuatu yang baik. jadi alangkah baiknya jika engkau menjadi nisbi sehingga tidak ada prasangka yang ada di hati dan hadapi semuanya dengan lapang dada, dengan kesabaran yang luar biasa...............
aku, di hari ke 26 di bulan ramadhan tepat hari kedelapan bulan oktober, kuharap kau mengerti maksudku mengingatkanmu untuk kembali kepada Illahirabbi.......
kumencintaimu aku....
Wednesday, October 03, 2007
apakah ketakutan itu?
apakah semua pemberani itu takut ataukah semua orang takut itu pemberani?
orang takut itu berani mengakui ketakutannya sementara pemberani sedang menyembunyikan ketakutannya.....
jadi apakah ketakutan itu? keberanian yang ditutupi ataukan ia merupakan satu sifat hakiki yang bersemayam di pikiran dan hati tiap manusia?
apakah semua orang memiliki ketakutan akan kematiannya?
apakah semua orang yang percaya akan kehidupan setelah mati memiliki ketakutan pada neraka
apakah semua orang takut menjadi tidak dihargai?
apakah semua orang takut tidak menjadi apapun?
apakah semua orang takut menjadi tidak bisa berpikir?
apakah semua orang takut karena ditakut-takuti?
apakah ketakutan itu sudah ada sebelum diadakan?
jadi apakah ketakutan itu?
apakah ia yang menjadikan kita bekerja lebih keras lagi untuk menjadi lebih baik?
kalau demikian adanya, ketakutan tidak pernah diciptakan, ia ada dan menjadi perkasa begitu kita memberinya kesempatan
tapi ketakutan itu memang ada.....
apakah semua pemberani itu takut ataukah semua orang takut itu pemberani?
orang takut itu berani mengakui ketakutannya sementara pemberani sedang menyembunyikan ketakutannya.....
jadi apakah ketakutan itu? keberanian yang ditutupi ataukan ia merupakan satu sifat hakiki yang bersemayam di pikiran dan hati tiap manusia?
apakah semua orang memiliki ketakutan akan kematiannya?
apakah semua orang yang percaya akan kehidupan setelah mati memiliki ketakutan pada neraka
apakah semua orang takut menjadi tidak dihargai?
apakah semua orang takut tidak menjadi apapun?
apakah semua orang takut menjadi tidak bisa berpikir?
apakah semua orang takut karena ditakut-takuti?
apakah ketakutan itu sudah ada sebelum diadakan?
jadi apakah ketakutan itu?
apakah ia yang menjadikan kita bekerja lebih keras lagi untuk menjadi lebih baik?
kalau demikian adanya, ketakutan tidak pernah diciptakan, ia ada dan menjadi perkasa begitu kita memberinya kesempatan
tapi ketakutan itu memang ada.....
Wednesday, September 12, 2007
KEputusAN
jadi, kepada yang merasa perlu mengetahuinya.......
adakah yang tersisa dari apa yang engkau sampaikan kepadaku? pastilah tidak ada lagi yang tersisa kecuali apa yang tersimpan rapi di bilik hati kita.....
engkau adalah nafas yang tertinggal satu...satu....
dan pada akhirnya, kita tak pernah bisa menjadi sesuatu yang utuh atau malahan menyatu karena satu KEputusAN
kita adalah penentu kePUTUSan yang sudah dipersiapkan.......
jadi, kepada yang merasa perlu mengetahuinya.......
adakah yang tersisa dari apa yang engkau sampaikan kepadaku? pastilah tidak ada lagi yang tersisa kecuali apa yang tersimpan rapi di bilik hati kita.....
engkau adalah nafas yang tertinggal satu...satu....
dan pada akhirnya, kita tak pernah bisa menjadi sesuatu yang utuh atau malahan menyatu karena satu KEputusAN
kita adalah penentu kePUTUSan yang sudah dipersiapkan.......
Thursday, August 09, 2007
ambillah nafas barang satu saat
janganlah engkau melangkah terlalu jauh karena semua akan menjadi sia-sia,
janganlah engkau berhenti barang sekejap karena semua tidak akan terjadi,
manusia hidup dari kesalahan demi kesalahan yang dilakukan karena manusia tanpa kesalahan biasanya tidak melakukan apapun,
jika engkau manusia, pastilah kau akan berjalan dengan tegap ke arah yang kau tuju dengan ketetapan hati, dengan kesabaran yang luar biasa, dan tidak pernah berhenti melangkah hingga semuanya menjadi terlampau berlebih
ambillah nafas barang satu saat saja,
sehingga langkahmu terhenti dengan indah dan mencegahnya menjadi terlampau jauh dan berlebihan
ambillah nafas, tumakninah sebagai upaya menjadi sabar pada satu saat yang indah untuk menjadi ingat pada Tuhan dan pada kesabaran yang dijanjikan surga balasannya
Tuhan, terimakasih atas pesan indah yang Engkau sisipkan dalam mimpi-mimpiku.......
janganlah engkau melangkah terlalu jauh karena semua akan menjadi sia-sia,
janganlah engkau berhenti barang sekejap karena semua tidak akan terjadi,
manusia hidup dari kesalahan demi kesalahan yang dilakukan karena manusia tanpa kesalahan biasanya tidak melakukan apapun,
jika engkau manusia, pastilah kau akan berjalan dengan tegap ke arah yang kau tuju dengan ketetapan hati, dengan kesabaran yang luar biasa, dan tidak pernah berhenti melangkah hingga semuanya menjadi terlampau berlebih
ambillah nafas barang satu saat saja,
sehingga langkahmu terhenti dengan indah dan mencegahnya menjadi terlampau jauh dan berlebihan
ambillah nafas, tumakninah sebagai upaya menjadi sabar pada satu saat yang indah untuk menjadi ingat pada Tuhan dan pada kesabaran yang dijanjikan surga balasannya
Tuhan, terimakasih atas pesan indah yang Engkau sisipkan dalam mimpi-mimpiku.......
Monday, July 09, 2007
melihat darah, ngerikah kau?
melihat api, terbakarkah kau?
melihat merah, bagaimanakah kau?
engkau adalah kesalahan terbesar dalam hidup, kau adalah selilit dalam gigi yang tak dapat diambil lagi, kau adalah keniscayaan yang ada yang menghantui, kau adalah warna bening yang membuat semburat merah di mataku demikian jelas.
ini adalah berkah yang melegakan dan setiap berkah adalah keputusan Tuhan.
hari ini, aku ingin berhenti bernafas dan menyerahkan seluruh nafasku kepadamu para kekasihku, perempuan-perempuan terkasihku.....
aku harus menyadari kesalahan dari warna merah yang menyemburat dari mataku,
aku harus menyesali kehampaan dari warna merah yang memancar di sekujur tubuhku,
aku adalah matahari kecil yang harus bertahan untuk menyinari perempuan-perempuan terkasihku
aku adalah rembulan yang meneduhkan hati dan pikiranku yang kadang bergerak sangat liar hingga di batas yang tak terhingga.....
jika kau- wahai lelaki yang menyemburatkan warna merah ini- berada di jalanku untuk menjadikanku lelaki perkasa, akan aku teruskan ucapan terimakasih yang tak terhingga
demikian tak terhingga sampai semuanya menjadi nafas yang mengalir dalam darah yang berwarna merah semerah semburat di tubuh ini
kepada Tuhan, ijinkan aku berserah diri dan memohon maaf karena telah menodai hari ini dengan warna merah yang merusak.....
melihat api, terbakarkah kau?
melihat merah, bagaimanakah kau?
engkau adalah kesalahan terbesar dalam hidup, kau adalah selilit dalam gigi yang tak dapat diambil lagi, kau adalah keniscayaan yang ada yang menghantui, kau adalah warna bening yang membuat semburat merah di mataku demikian jelas.
ini adalah berkah yang melegakan dan setiap berkah adalah keputusan Tuhan.
hari ini, aku ingin berhenti bernafas dan menyerahkan seluruh nafasku kepadamu para kekasihku, perempuan-perempuan terkasihku.....
aku harus menyadari kesalahan dari warna merah yang menyemburat dari mataku,
aku harus menyesali kehampaan dari warna merah yang memancar di sekujur tubuhku,
aku adalah matahari kecil yang harus bertahan untuk menyinari perempuan-perempuan terkasihku
aku adalah rembulan yang meneduhkan hati dan pikiranku yang kadang bergerak sangat liar hingga di batas yang tak terhingga.....
jika kau- wahai lelaki yang menyemburatkan warna merah ini- berada di jalanku untuk menjadikanku lelaki perkasa, akan aku teruskan ucapan terimakasih yang tak terhingga
demikian tak terhingga sampai semuanya menjadi nafas yang mengalir dalam darah yang berwarna merah semerah semburat di tubuh ini
kepada Tuhan, ijinkan aku berserah diri dan memohon maaf karena telah menodai hari ini dengan warna merah yang merusak.....
Thursday, July 05, 2007
Tuesday, June 26, 2007
jika engkau berpikir bahwa semua yang dinilai diasumsikan coin, engkau salah dan benar-benar salah...
semua ini adalah hasil yang harus dicapai secara bersama, setiap usaha akan kita dapatkan hasilnya tidak selalu dalam bentuk yang kita inginkan....
dan aku tak pernah ingin menjadi manusia sejak pertama kali aku dilahirkan, tapi setiap keadaan harus dinikmati, dijadikan motivasi untuk berbuat lebih baik dan memberi arti pada setiap kejadian, "Jadilah, maka jadilah ia."
maka syukurilah setiap usaha baikmu dan jangan pernah berharap ada imbalan yang akan kau dapatkan,
dan jangan pernah berpikir bahwa semua kejadian adalah karena engkau, karena kita hanya menjadi sebab dari kejadian itu. bagian dari rahasia alam yang sudah tertulis dengan rapi di antara 7 tujuh lapis langit.
berjalanlah, taburlah kebaikan dengan tulus, dan jangan pernah berhenti menanam dan memeliharanya dengan kesabaran yang luar biasa hingga kita meniti langit tujuh lapis dan menjadi ruh yang kembali dengan jiwa lapang......
semua ini adalah hasil yang harus dicapai secara bersama, setiap usaha akan kita dapatkan hasilnya tidak selalu dalam bentuk yang kita inginkan....
dan aku tak pernah ingin menjadi manusia sejak pertama kali aku dilahirkan, tapi setiap keadaan harus dinikmati, dijadikan motivasi untuk berbuat lebih baik dan memberi arti pada setiap kejadian, "Jadilah, maka jadilah ia."
maka syukurilah setiap usaha baikmu dan jangan pernah berharap ada imbalan yang akan kau dapatkan,
dan jangan pernah berpikir bahwa semua kejadian adalah karena engkau, karena kita hanya menjadi sebab dari kejadian itu. bagian dari rahasia alam yang sudah tertulis dengan rapi di antara 7 tujuh lapis langit.
berjalanlah, taburlah kebaikan dengan tulus, dan jangan pernah berhenti menanam dan memeliharanya dengan kesabaran yang luar biasa hingga kita meniti langit tujuh lapis dan menjadi ruh yang kembali dengan jiwa lapang......
Wednesday, May 30, 2007
hari hari yang menunggu terang
kepada denmas sudrun di pantai utara jawa
denmas, sajak sampean ora isa turu pirang dina iki. apa sing dadi pikiran denmas? apa ana sing isih kurang saka rahmat kang wis sumebar ana ing donya. kabeh iku denmas, wis katulis ana ing buku gede ana ing akherat, dadi sampeyan ora susah ndadak bingung lan gelo marang apa kang wis katulis mau. ora kabeh becik merga ala iku sejatining ana ing sak njerone ati manungsa.
aku ngerti sampeyan ora percoyo yen gusti iku ana lan kuwasa, tapi coba ndelengen kahanan sing ana denmas. kabeh ora bakal isa kaleksanan menawa diatur manungsa. aku ngerti pas moco baris iki sampeyan gumuyu merga gusti iku barang kan ora katon kanggomu, ora nyatha. ya nuwun sewu wae denmas nak omonganku ora kena ing ati sampeyan. tapi tenan kok denmas, kabeh iki gampang lan bener menawa dewe percaya ana sing ngatur makhluk. yen ora ana sing ngatur makhluk, ya mestine dewe ora isa mikir merga kabeh mestine gampang merga kabeh diatur sak karepe dewe.
ngono kuwi lah denmas, sing tak ngerteni bab anane Gusti. aku ya nduwe gela kaya sampeyan, tapi saben atiku tak tata kanggo semeleh marang Gustiku, rasane kok dadi ayem tentrem. aku dadi kaya nduwe kekuatan maneh, dadi sekti mandraguna.
wis denmas, muga gelamu isa dadi panglipur atimu......
salam,
dimas ganjur
kepada denmas sudrun di pantai utara jawa
denmas, sajak sampean ora isa turu pirang dina iki. apa sing dadi pikiran denmas? apa ana sing isih kurang saka rahmat kang wis sumebar ana ing donya. kabeh iku denmas, wis katulis ana ing buku gede ana ing akherat, dadi sampeyan ora susah ndadak bingung lan gelo marang apa kang wis katulis mau. ora kabeh becik merga ala iku sejatining ana ing sak njerone ati manungsa.
aku ngerti sampeyan ora percoyo yen gusti iku ana lan kuwasa, tapi coba ndelengen kahanan sing ana denmas. kabeh ora bakal isa kaleksanan menawa diatur manungsa. aku ngerti pas moco baris iki sampeyan gumuyu merga gusti iku barang kan ora katon kanggomu, ora nyatha. ya nuwun sewu wae denmas nak omonganku ora kena ing ati sampeyan. tapi tenan kok denmas, kabeh iki gampang lan bener menawa dewe percaya ana sing ngatur makhluk. yen ora ana sing ngatur makhluk, ya mestine dewe ora isa mikir merga kabeh mestine gampang merga kabeh diatur sak karepe dewe.
ngono kuwi lah denmas, sing tak ngerteni bab anane Gusti. aku ya nduwe gela kaya sampeyan, tapi saben atiku tak tata kanggo semeleh marang Gustiku, rasane kok dadi ayem tentrem. aku dadi kaya nduwe kekuatan maneh, dadi sekti mandraguna.
wis denmas, muga gelamu isa dadi panglipur atimu......
salam,
dimas ganjur
Tuesday, May 29, 2007
kesetiaan yang sia-sia
api itu terbakar dan menyemburatkan warna merah darah menyala,
air itu membuncah menjadi air bah yang menghentikan gerak segala makhluk,
tanah itu menjadi busuk dan menyatu dengan bangkai-bangkai yang dikuburkan,
sementara udara adalah nafas yang tersengal-sengal termakan usia,
jikalau semuanya tidak bisa seperti sedia kala, mengapa harus mencumbu kesetiaan yang sia-sia?
namun orang bijak selalu berkata, tak ada sesuatu yang sia-sia karena semuanya memiliki makna yang selalu tersembunyi di balik kesia-siaan itu....
terbakarnya api adalah anugrah kehangatan dan panas yang dirindukan dingin
air bah telah meluluskan berjuta asa segala makhluk dan menghentikan segala kesakitannya
tanah busuk menghadirkan kesuburan yang luar biasa
sementara udara seberapapun tuanya akan selalu menjadi udara yang hembusannya menjadi angin yang menyegarkan.......
jakarta, 30 mei 07
kepada semburat merah yang mengawali hari ini
api itu terbakar dan menyemburatkan warna merah darah menyala,
air itu membuncah menjadi air bah yang menghentikan gerak segala makhluk,
tanah itu menjadi busuk dan menyatu dengan bangkai-bangkai yang dikuburkan,
sementara udara adalah nafas yang tersengal-sengal termakan usia,
jikalau semuanya tidak bisa seperti sedia kala, mengapa harus mencumbu kesetiaan yang sia-sia?
namun orang bijak selalu berkata, tak ada sesuatu yang sia-sia karena semuanya memiliki makna yang selalu tersembunyi di balik kesia-siaan itu....
terbakarnya api adalah anugrah kehangatan dan panas yang dirindukan dingin
air bah telah meluluskan berjuta asa segala makhluk dan menghentikan segala kesakitannya
tanah busuk menghadirkan kesuburan yang luar biasa
sementara udara seberapapun tuanya akan selalu menjadi udara yang hembusannya menjadi angin yang menyegarkan.......
jakarta, 30 mei 07
kepada semburat merah yang mengawali hari ini
Monday, May 28, 2007
hari ke dua puluh sembilan
apa kabarmu hari ini? tentunya baik-baik saja karena sudah satu bulan ini kau bercengkerama dengan dirimu sendiri. pastilah sudah banyak kebijaksanaan yang kau raih dari menyendiri. aku yakin itu, sangat yakin sebab manusia menjadi bijak dengan perbincangan yang ia lakukan dengan dirinya sendiri. memahami orang lain itu selalu dimulai dengan memahami diri sendiri.
sungguh, aku baru sadar bahwa sahabat terbaik kita adalah kematian karena ia tak pernah ingkar dan menawarkan keabadian kepada kita. tahukah kau tentang hal itu? tentunya kau tahu karena setelah sekian lama kau mencumbui diri sendiri, pastilah kau sudah temukan hakikat sahabat sejatimu.
dalam diam, kita akan menemukan keabadian dan kebijaksanaan, tapi dalam keramaian kita menemukan kesepian yang abadi, diam yang abadi......
jadi apa kabarmu hari ini? pastilah kau baik-baik saja karena aku tak pernah mendapatkan berita tentangmu sepanjang waktu yang kuingat. dan aku berharap kau akan baik-baik saja sampai akhirnya sahabat terbaikmu menjemput. bukan aku, bukan pula keluargamu, bukan pula kolega-kolegamu. sahabat terbaik yang berjanji akan menjemputmu dan akan membawamu kepada keabadian.
pada hari ke duapuluh sembilan, adakah asa yang kau simpan dari kabar yang kau sampaikan?
apa kabarmu hari ini? tentunya baik-baik saja karena sudah satu bulan ini kau bercengkerama dengan dirimu sendiri. pastilah sudah banyak kebijaksanaan yang kau raih dari menyendiri. aku yakin itu, sangat yakin sebab manusia menjadi bijak dengan perbincangan yang ia lakukan dengan dirinya sendiri. memahami orang lain itu selalu dimulai dengan memahami diri sendiri.
sungguh, aku baru sadar bahwa sahabat terbaik kita adalah kematian karena ia tak pernah ingkar dan menawarkan keabadian kepada kita. tahukah kau tentang hal itu? tentunya kau tahu karena setelah sekian lama kau mencumbui diri sendiri, pastilah kau sudah temukan hakikat sahabat sejatimu.
dalam diam, kita akan menemukan keabadian dan kebijaksanaan, tapi dalam keramaian kita menemukan kesepian yang abadi, diam yang abadi......
jadi apa kabarmu hari ini? pastilah kau baik-baik saja karena aku tak pernah mendapatkan berita tentangmu sepanjang waktu yang kuingat. dan aku berharap kau akan baik-baik saja sampai akhirnya sahabat terbaikmu menjemput. bukan aku, bukan pula keluargamu, bukan pula kolega-kolegamu. sahabat terbaik yang berjanji akan menjemputmu dan akan membawamu kepada keabadian.
pada hari ke duapuluh sembilan, adakah asa yang kau simpan dari kabar yang kau sampaikan?
Monday, May 21, 2007
Semuanya sudah dalam pengaturanNya dengan demikian indah, dan pertentangan yang terjadi di dunia ini pastilah sesuatu yang indah pula.........
Lelaki itu tetap saja diam sementara dalam pikirannya berkecamuk perang antara idealisme dan kenyataan yang harus ia hadapi. Dan lelaki tua yang berkuasa itu tetap saja menghajarnya dengan seribu macam kata-kata yang ketika sampai ke telinga lelaki itu bagaikan jutaan senjata rahasia ninja yang tidak jelas wujudnya.
"Aku bukan siapa-siapa, jadi tak perlu juga aku engkau bunuh," gumam lelaki itu dalam hati.
Ingatannya lalu kembali ke suatu saat ketika seseorang yang pikirnya dikenalnya dengan baik menghujatnya dengan kata-kata yang menyesakkan dadanya,"lagakmu bak penguasa saja!". Begitu banyak kebesaran Tuhan yang disampaikanNya dengan cara yang demikian indah. kegalauan hati lelaki itu adalah keindahan yang luar biasa. Barangkali tanpa kegalauan itu, seorang lelaki sepertinya akan memilih untuk bunuh diri atau berhenti menjadi dirinya sendiri karena tanpa berpikir, maka ia tiada.
Setelah selesai segala macam kericuhan yang ditimbulkan oleh lelaki tua itu, lelaki itu keluar dengan gontai, matanya nanar menatap kehampaan, hidungnya mengendus tembok tebal yang akan kemudian menimpanya. Semuanya menjadi gelap dihadapannya sementara cahaya yang diharapkannya mulai meredup. Setelah sampai di peraduannya, ia pun menuliskan surat kepada Tuhannya:
Tuhan, sementara aku mencari terang, kegelapan adalah berkah karena terang yang ditemukan dalam gelap sangatlah bermakna. sekali lagi terimakasih Tuhan, karena tanpa kegelapan itu, aku terlalu angkuh untuk mengakui betapa bermaknanya terang. tanpa galau, aku tak akan pernah menikmati hidup yang dinamis dan begitu bermakna.
namun tanpa bermaksud lancang kepadaMu, aku sangat mengharap engkau akan berbaik hati kepadaku sebagaimana kebaikan yang selalu Engkau berikan kepadaku dengan menghadirkan terang dalam gelapku ini.
salam,
lelaki yang dalam gelisahnya merindukan terang.......
Setelah ia menyelesaikan suratnya, lelaki itu lelap dengan mimpinya............
Wednesday, May 16, 2007
Memahami kehati-hatian
kau datang tanpa pesan apapun dan kau pergi pun tanpa lagi mengatakan sepatah kata pun
semua gelap karena kau selalu berhati-hati melihat setiap kejadian dan kau selalu tidak berhati-hati dalam menjalani setiap kejadian
kepada alam yang enggan juga berpihak pada keajaiban
kepada kemuskilan atas setiap kejadian
biarlah hanya setetes saja asa, biarkanlah semua menjadi makna yang abadi
kau datang tanpa pesan apapun dan kau pergi pun tanpa lagi mengatakan sepatah kata pun
semua gelap karena kau selalu berhati-hati melihat setiap kejadian dan kau selalu tidak berhati-hati dalam menjalani setiap kejadian
kepada alam yang enggan juga berpihak pada keajaiban
kepada kemuskilan atas setiap kejadian
biarlah hanya setetes saja asa, biarkanlah semua menjadi makna yang abadi
Sunday, May 13, 2007
Matematika kesetiaan
Jika a = setia dan b = setia,
Maka a + b = setia
Jika a = tidak setia dan b = tidak setia,
Maka a + b = tidak setia
Jika a = setia dan b = tidak setia,
Maka a + b = setia tidak setia
Jika a = tidak setia dan b = setia,
Maka a + b = tidak setia setia
Jika a adalah aku, dan b adalah kau
Maka kesetiaan bukanlah hal yang mesti diperdebatkan karena cinta yang mestinya ada di antara kita.
Jika a = setia dan b = setia,
Maka a + b = setia
Jika a = tidak setia dan b = tidak setia,
Maka a + b = tidak setia
Jika a = setia dan b = tidak setia,
Maka a + b = setia tidak setia
Jika a = tidak setia dan b = setia,
Maka a + b = tidak setia setia
Jika a adalah aku, dan b adalah kau
Maka kesetiaan bukanlah hal yang mesti diperdebatkan karena cinta yang mestinya ada di antara kita.
Thursday, May 10, 2007
menjadi kabut
yang aku tahu, enam bulan lalu aku masih berjalan ke arah yang jelas, melewati banyak rintangan, tapi jelas sekali arah yang kutuju,
yang aku tahu, enam bulan kemudian aku masih berjalan ke arah yang jelas, dan arah itu menjadi kabut, pekat dan tak bisa aku melihatnya
yang aku tak tahu, dalam enam bulan, kabut itu begitu dasyatnya membuatku menjadi bebal, menjadi mengabaikan otakku, dan membiarkan diriku menjadi jasad yang seutuhnya
lalu?
entah
jadi?
entah
karena semua menjadi kabut, pekat dan aku tak bisa lagi melihat,
selamat malam, semoga damai selalu menyertai pekat dalam kabut.......
yang aku tahu, enam bulan lalu aku masih berjalan ke arah yang jelas, melewati banyak rintangan, tapi jelas sekali arah yang kutuju,
yang aku tahu, enam bulan kemudian aku masih berjalan ke arah yang jelas, dan arah itu menjadi kabut, pekat dan tak bisa aku melihatnya
yang aku tak tahu, dalam enam bulan, kabut itu begitu dasyatnya membuatku menjadi bebal, menjadi mengabaikan otakku, dan membiarkan diriku menjadi jasad yang seutuhnya
lalu?
entah
jadi?
entah
karena semua menjadi kabut, pekat dan aku tak bisa lagi melihat,
selamat malam, semoga damai selalu menyertai pekat dalam kabut.......
sedari dulu....
apabila sedari dulu kesalahan itu adalah bagian dari pengaturan Tuhan, akankah kita berani berhenti saling menghujat?
sedari dulu, kita tak pernah berhenti menjadi makhlukNya, dan tidak pernah berhasil menghindari kesalahan yang kita perbuat,
jadi kapan, kita berhenti menghujat dan menyakiti?
apabila sedari dulu kesalahan itu adalah bagian dari pengaturan Tuhan, akankah kita berani berhenti saling menghujat?
sedari dulu, kita tak pernah berhenti menjadi makhlukNya, dan tidak pernah berhasil menghindari kesalahan yang kita perbuat,
jadi kapan, kita berhenti menghujat dan menyakiti?
Subscribe to:
Posts (Atom)